| Ditengah Padatnya Agenda Kunker, Efendi Huang: Terimakasih Wapres Gibran Tetap Luangkan Waktu Beri Arahan | | S.Hondro,SH : Bangga Srikandi GRIB Jaya Tak Hanya Konsolidasi, Tapi Juga Hadir Membantu Rheisa | | Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla, DLHK Riau Tingkatkan Kapasitas MPA dan MTB di Desa Aliantan | | Usai Gugatan Akta PKMNR Ditolak, S. Hondro Siapkan Kajian Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik | | Sidak HW Live Berulang, Dinilai Belum Menjawab Dugaan Kekurangan Setoran Pajak dan Potensi Kerugian PAD | | Hadiri Forum Konsultasi Publik, IKTS Berkomitmen Perkuat Ketahanan Fiskal Provinsi Riau
⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Sekolah Dan Orang Tua Menentang Bullying yang Menjatuhkan Mental Anak
Selasa, 03-03-2020 - 14:26:10 WIB

TERKAIT:
   
 

GardaMETRO.com, Jambi - Masalah perundungan atau bullying menjadi masalah serius dan mendapat perhatian khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Bahkan, Mendikbud Nadiem menyebut bullying sebagai salah satu dari tiga "dosa" di sekolah selain radikalisme dan pelecehan seksual.

"Saya sangat setuju bahwa enggak bisa hal-hal yang negatif ini hanya dilakukan dengan penguatan karakter. Harus ada tindakan tegas. Harus ada konsekuensi yang sangat berat bagi pelaku yang bisa disebut 'dosa-dosa 'di sekolah kita,"ujar Nadiem di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Ia menegaskan, "dosa-dosa ini secara pribadi, menurut saya, ada tiga dosa yang harusnya ada penindakan. Satu adalah radikalisme yang diajarkan kepada anak-anak kita. Kedua adalah kekerasan seksual, dan ketiga adalah kekerasan yaitu bullying."

Baca juga: Sekolah Inklusi, Jangan Ada Bullying di antara Kita...

Kepada Kompas.com, Kurniawati, guru SMPN 17 Tanjung Jabung Timur, Jambi menyampaikan fenomena atau masalah bullying ini seperti "gunung es", hanya terlihat dipermukaannya.

Kasus-kasus besar saja yang terekspos di media massa. Faktanya, banyak sekali kasus-kasus bullying yang terjadi baik di lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah.

Keluarga elemen dasar pencegah terjadinya bullying
Menurut Kurniawati, mengutip riset dilakukan Workplace Bullying Institute, perundungan paling besar terjadi justru di keluarga. Persentasenya mencapai 44 persen. Disusul di lingkungan kerja 33 persen, dan di lingkungan sekolah 19 persen.

Ia menyebut ada beberapa hal dapat dilakukan keluarga, agar anak–anak terjauh dari bullying dan tidak menjadi pelaku bullying. Di dalam keluarga hendaknya dibangun rasa percaya diri anak. Ajarkan cinta kasih antar sesama. Memang kita berbeda namun bukan untuk saling menyakiti.

“Kembangkan kemampuan sosialisasi anak agar dia mampu beradaptasi di lingkungan mana saja. Pupuk keberanian dan ketegasan anak agar tidak menjadi korban bullying,” kata Kurniawati yang juga Fasilitator Pembelajaran Program PINTAR Tanoto Foundation.

Agar anak-anak tidak menjadi pelaku bullying, Kurniawati menjelaskan dapat dilakukan dengan beberapa cara;EdukasiKeluarga dan Sekolah Jadi Ajang Melawan Perilaku Bullying
Selasa, 3 Maret 2020 | 14:02 WIB

Pertama, ajarkan etika terhadap sesama, yaitu bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik jika dia ingin dihargai dan diperlakukan baik pula.

Kedua, berikan teguran secara mendidik kepada anak jika melakukan kesalahan, bukan melakukan pembiaran. Atau malah memberikan hukuman terlalu berat sehingga menimbulkan rasa dendam pada anak.

Ketiga, tanamkan nilai-nilai keagamaan karena pada dasarnya setiap agama menanamkan kebaikan terhadap agama. Karena agama merupakan dasar dari kehidupan seseorang.

Keempat, ketika anak – anak sedang menyerap informasi harus selalu didampingi hingga mereka tahu informasi yang baik dan yang tidak baik.

Kelima, jadilah orangtua panutan untuk anak-anaknya. Tindakan dan perilaku anak biasanya mencontoh orangtua dan lingkungan sekitarnya.

“Merujuk riset, ayah memiliki peranan terbesar dalam membully, yaitu sekitar 37 persen. Sementara ibu 29 persen, dan sisanya anggota keluarga lainnya. Kita sebagai orangtua harus bisa menjadi panutan bagi anak-anak. Berikan penghargaan dan punishment yang sesuai,” kata Kurniawati lagi.

Perundungan di sekolah tidak bisa diabaikan. Secepatnya harus ada tindakan sekolah untuk mencegah perundungan di sekolah. Sri Wahyuni, SMPN 22 Batang Hari, Jambi, punya beberapa kiat untuk mencegah dan mengatasi terjadinya perundungan di sekolahnya. (Novita Zg)



 
Berita Lainnya :
  • Sekolah Dan Orang Tua Menentang Bullying yang Menjatuhkan Mental Anak
  •  
    Komentar Anda :

     
    PILIHAN +
    01 Suami Istri Menggelapkan Uang Masyarakat Miliaran Rupiah, Berkedok Arisan Online
    02 Jelang Pelantikan DPD, GRIB Jaya Pekanbaru Perluas Dukungan dan Sinergi dengan Berbagai Elemen Daerah
    03 Ponakan Sendiri Disetubuhi Oleh Seorang Perangkat Desa Banuasibohou
    04 Alm Briptu Nanda Asmara Dikebumikan, Keluarga Besar Polres Batubara Sangat Kehilangan
    05 Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp 213 Miliar, GATOT Ungkap Aktor Intelektual di Balik Kasus Rokok Ilegal Terbesar di Riau ?
    06 Heboh, Warga Geger Kuburan Di Bongkar ,Tali Pocong di Curi
    07 LSM INPEST Minta Satgas PKH Segera Sidak Dan Audit Perkebunan PT. MMJ Di Rupat
     
    GardaMETRO.com adalah Situs berita nasional terkini, media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara. Fokus pada pembaca di Indonesia dan luar negeri. Selengkapnya
     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Ekonomi
    + Politik
    + Nasional
    + Daerah
    + Hukrim
    + Gaya Hidup
    + Internasional
    + Indeks Berita
     
     

    Alamat Kantor

     
    Jl. Hangtuah Ujung No. 69
    Pekanbaru - Riau
    Hotline :
    www.GardaMETRO.com
    MEMBER OF :
    Ikatan Media Online (IMO)
    Indonesia Himpunan Pewarta Indonesia (HPI)
     
    © 2021 GardaMETRO.com, all rights reserved