Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gerak Cepat Jinakkan Karhutla Salo Kampar
Jumat, 18-09-2026 - 21:11:02 WIB
KAMPAR — Gerak cepat personel gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Kamis (17/9/2026) malam.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Kodim 0313/Kampar mengerahkan personel bersama Yonif 132/Bima Sakti dan Yonif TP 898/Pancalang Cakti untuk menangani kebakaran. Upaya tersebut diperkuat Polri, BPBD, pemadam kebakaran, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Begitu menerima laporan kebakaran, Kodim 0313/Kampar langsung mengoordinasikan pengerahan personel dan sarana pendukung menuju lokasi. Prajurit Yonif 132/Bima Sakti dan Yonif TP 898/Pancalang Cakti bersama unsur gabungan segera melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada area yang terbakar.
Petugas menghadapi kondisi cuaca panas dan hembusan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Namun, melalui koordinasi dan gotong royong seluruh unsur, laju api berhasil diputus sehingga kebakaran tidak meluas ke kawasan sekitar.
Seorang prajurit yang terlibat dalam pemadaman mengatakan seluruh personel bekerja bersama untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara yang dapat memicu kebakaran susulan.
“Kami bersama rekan-rekan dari berbagai instansi dan masyarakat saling bahu-membahu melaksanakan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan,” ujarnya.
Setelah api berhasil dikendalikan, tim gabungan melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat lagi titik api maupun bara yang berpotensi kembali menyala.
Hingga operasi berakhir, kondisi di lokasi dilaporkan terkendali dan tidak ditemukan titik api yang berpotensi berkembang.
Sementara itu, penyebab kebakaran dan status kepemilikan lahan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Keberhasilan pengendalian karhutla di Salo tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, pemerintah desa, dan masyarakat dalam merespons ancaman karhutla sekaligus melindungi lingkungan dan keselamatan warga.*jhn
Komentar Anda :